Minggu, 26 Februari 2017

CineMa(n)

Tentang Bioskop dan Laki-laki.

"Nonton yuk!"

Well.. ajakan itu adalah ajakan yang paling gampang dilontarkan. Pas banget buat yang niat pdkt sama gebetan. Gue ga bilang ajakan nonton itu tanda cowok mau pdkt tapi kemungkinan itu menurut gue 96% lah kalo ada cowok yg ngajak cewek buat nonton; beduaan.

Dan gue yang tipe seriusan bgt kalo nonton film karena gue suka pengen ngerti jalan cerita film itu seperti apa. Gue termasuk moviefreaks /kayaknya/ soalnya gue udh lumayan byk nonton film yang berseliweran di sepanjang idup gue. Jadi jujur pas pertama kali gue nonton sama cowok gue merasa agak terganggu. Entah kenapa. Konsentrasi gue kebagi. Ya gue pikir cowok itu dasarnya sama. pervert. sungguh.

Makin lama hubungan lo, makin banyak tingkahnya di bioskop.

entah itu pegang tangan lo.

nyuapin lo popcorn.

ngasih lo minum.

nyuruh lo senderan.

dan yang paling parah nyoba nyium lo.

anjir. gue ga ngerti deh. cowok emang makhluk modus. mereka selalu nyari kesempatan.

911.

jadi jangan sampe terpedaya. cowok itu selalu minta lebih tiap lo ngasih mereka sesuatu. dan jangan percaya kata-kata mereka yg bilang ga bakal nyoba atu minta hal-hal pervert itu sama lo. percaya deh, mereka bakal nyoba ngelakuin hal itu lagi, jika ada kesempatan, dan minta lebih jika lo ijinkan.

sooo.... SAY NO!

MY BODY MY LAW

Posted on by Nabila Naomi | No comments

Minggu, 12 Februari 2017

Soap

i dont know why i cried everynight
why my heart hurt
and why i wanna go far away

i feel stupid for doing those things
i feel useless
i cant change anything

Posted on by Nabila Naomi | No comments

Rabu, 08 Februari 2017

scenes of my life

"it was me. it was all my fault."

pernah melakukan hal itu. seperti layaknya di film film saat kau terdesak dan ingin melindungi orang lain yang kau cintai. itu bodoh. berani. dan bodoh.

Posted on by Nabila Naomi | No comments

Kamis, 12 Januari 2017

#KillerJK me version. (is a mess)

"Aku tidak mengiginkan apapun."

Jungkook mengucapkan kata itu tanpa pikir panjang.

Untuk sesaat Taehyung hanya diam. Meneliti sosok pemuda yang lebih muda darinya itu selama beberapa detik.

"Kau serius?"

"Ya."

Wajah Jungkook terlihat datar tak berekspresi.

"Katakan saja apa tugasku selanjutnya Hyung,"

Taehyung terkekeh. Ia memang sudah menciptakan mesin pembunuh yang paling hebat. Ia tak pernah mau mengeringkan sarung tangan nya. Jungkook selalu haus darah. Dan hanya itu yang ia inginkan.

"Baiklah." jawab Taehyung setelah menimang-nimang apa yang akan di lakukan dengan si kelinci pembunuh ini.

"Tugasmu hari ini adalah untuk menemaniku bersenang-senang!"

Jungkook terpaku mendengar perkataan seseorang yang sudah ia anggap Tuan nya itu. Matanya membulat sempurna dan ia tak bisa menyembunyikan rasa tak percaya nya dengan tetap mengatupkan rahangnya.

Taehyung malah dibuat tertawa menyaksikan reaksi Jungkook saat ini.

"Ayo! Aku sedang ingin makan es krim hari ini." Ajak Taehyung sembari melenggang meninggalkan rumah besarnya.

Jungkook menyetir dalam diam. Otaknya berusaha keras memproses situasi apa yang tengah ia alami sekarang. Hal yang Jungkook tahu hanya satu, yaitu menghabisi nyawa siapapun yang Taehyung berikan padanya. Dan rasanya hanya hal itu yang ia bisa lakukan.

"Apa kau baik-baik saja?"

"Ya."

"Lalu kenapa wajahmu terlihat bingung sekali?"

Mereka sudah sampai di tempat yang Taehyung tuju. Sungguh Jungkook sangat tak menyukai tempat ini. Terlalu ramai. Dan atmosfir kebahagiaan yang memenuhi udara serasa mencekik nya.

"Itu dia!" pekik Taehyung girang. "Tukang Es Krim!"

Detik itu Jungkook kehilangan akal sehatnya jika Taehyung sejatinya adalah seorang mafia kelas kakap.

"Kookie! Kemari!"

Mendengar namanya dipanggil pemuda itu segera menghampiri dengan patuh.

Ada seorang anak kecil yang berlari dan tanpa sengaja menubruk Taehyung. Dan Jungkook hampir saja mencekiknya sampai mati jika Tuan nya tak segera menyuruhnya berhenti.

"Kookie dia hanya anak kecil, lepaskan dia," kata Taehyung menasehati. Rahang Jungkook mengeras ia menggeram sebelum akhirnya melepaskan anak kecil yang sudah ketakutan setengah mati itu.

"Hari ini tugas mu menemaniku senang-senang. Hanya itu. Tak ada menghilangkan nyawa orang lain. Mengerti?"

"Ya, Hyung."

"Good Boy,"

Taehyung mengacak puncak kepala Jungkook sambil terkekeh pelan. Lalu menyodorkan nya es krim strowberry.

Posted on by Nabila Naomi | 1 comment

Minggu, 08 Januari 2017

Ketika Berbicara layaknya Burung Kakak Tua

Kicauan burung Kaka Tua hanya untuk didengar tanpa ditanggapi.
Di suruh tetap berkicau agar tak dikira mati.
Saat mendengarnya pun tak pake hati.
Tapi tetap butuh makhluk itu tetap bernyayi.
Agar ia tak merasa sendiri.
Padahal sudah jelas betul semua itu hanya berlalu ke kuping kanan dan kiri.
Kadang si burung berharap jika orang itu sungguhan tuli.
Posted on by Nabila Naomi | No comments

Hard Carry

Pertama, ini bukan lah tentang lagu GOT7. Saya ARMY dan kesayangan saya hanya Bangtan.
Tapi, entah kenapa judul itu langsung terlintas di benak saya.
Hard Carry.
Berat rasanya saat saya tahu jika saya belum bisa bekerja lagi setelah satu bulan dirumahkan.
Sedih dan juga kecewa karena sudah terlanjur percaya dan berharap dengan pemanis buatan yang di hadiahkan saat saya dibuang.
Sakit perut, itulah reaksi pertama tubuh saya.
Terbayang sudah beribu kata bagaimana yang menuntut penjelasan berputar-putar di kepala saya.
Bagaimana cicilan bulanan.
Bagaimana keberlangsungan rumah tangga.
Bagaimana perut ini tetap terpenuhi.
Dan yang paling penting; bagaimana menjaga api semangat hidup ini tetap menyala.
Decakan.
Helaan.
Berkali-kali lolos dari kesadaran.
Aku bingung.
Aku lelah.
Aku tertawa pada nasib.
Posted on by Nabila Naomi | No comments

Jumat, 06 Januari 2017

Cinta Manusia

Cinta manusia itu bagaikan api.
Bisa menghangatkan.
Maupun menghanguskan.
Semua tergantung takaran.
Cinta manusia berawal dari kesan.
Berlanjut ke perasaan.
Cinta manusia itu...Dinamis.
Tak bisa dijelaskan dengan sistematis.
Mengurai tangis.
Membuat logika terkikis.
Sampai hatimu meringis.
-zab