Hal macam ini sebelumnya ga pernah mengusik gue.
Sungguh.
Tapi lagi-lagi perasaanku kudu teripped again and again gara-gara doi hobi banget flashback. tentang mantan. cerita tentang mantan. mimpi tentang mantan.
eHe.
#NtapSoul
Yayaya.
Hal macam ini sebelumnya ga pernah mengusik gue.
Sungguh.
Tapi lagi-lagi perasaanku kudu teripped again and again gara-gara doi hobi banget flashback. tentang mantan. cerita tentang mantan. mimpi tentang mantan.
eHe.
#NtapSoul
Yayaya.
Ketika waktu komunikasi kita makin terkikis.
Kadang aku berfikir diantara dua kemungkinan ini;
1. Kamu yang kelewat Sibuk.
atau
2. Aku yang kelewat ga ada kerjaan.
Dua-duanya logis. Dua-duanya masokis(?)
Lupain masokis. Gue aja msh ga paham apa makna kata eksotis tersebut. (?)
Tay, banget deh. Gua baper gara-gara doi ngacangin gue. Chat jarang-jarang. Bales juga ga niat. TayTay TayTay
Gue ga rela perasaan melankolis gue teripped-ripped membabi buta gini.
Makanya gue pengen banget punya kerjaan lagi supaya seenggaknya perasaan gue yang alay nan lebay ini lebih jarang digunain drpd otak.
Ya seenggaknya tuh perasaan bisa gue khilaf-kan dan gue bakalan terbebas dari ke melankolisan yang merajalela.
lela.
jadi inget mantan dia ..
halah...
mana gue pernah disama-samain coba..
DUH
*nangis gogoakan*
kalo kata nyokap gue tuh semper jadi pelarian doang.
makanya suka disama-samain mulu.
bodo ah bodo
kembali ke melankolisan gue.
Akhir-akhir gue merasa terabaikan.
Terdiamkan.
Terkacangkan.
Ngebales chat aja paling banter cuma ngeiyain, nge yaudahin, sama nge basi-in suasana.
Ga cuma waktu kerja dan waktu kuliah aja. itumah gue tau gabisa diganggu-gugat.
Nah ini pas waktu istirahat, selesai kerja sama selesai kuliah.
Masih digituin akutuh.
Dugong kan~
Iyaaaaaaa gituuuuuuuu.
*hembuskan nafas berat*
Saat ini sabarin aja. Mudah-mudahan bisa. Gatau sampe kapan hehe.
salam hangat untuk
si BussyBaby💔
Aku positif kena Herpes.
Rasanya agak aneh.
Tapi karena ayahku pernah terjangkit juga jadi aku tidak terlalu kaget saat mengetahui kenyataan itu.
Semuanya berawal dari hari senin. Aku merasakan perih disekitar perut. Saat aku lihat bagian yang perih itu kulitku terlihat memerah. Jadi aku pun mengabaikan nya saja. Aku pikir mungkin aku tergores sesuatu saat tidur.
Selang beberapa hari aku perhatikan kulitku mulai ada bercak dan ruam merah seperti biang keringat. Aku bicara pada ibuku dan beliau bilang itu mungkin alergi. Setelah dipikir-pikir bisa jadi karena beberapa hari yang lalu aku makan ikan peda.
Semakin hari, area ruam itu makin luas. Kadang malah terasa gatal. Aku sering memerhatikan nya dan kembali bertanya pada ibuku. Saat aku lebih perhatikan lagi di bagian punggung pun muncul gejala serupa.
Akhirnya di hari kelima aku bertanya pada ayahku. Dan ayah menyarankan aku ke dokter. Malam nya aku pun pergi kedokter dan benar saja. Dokter bilang aku terjangkit herpes.
Semuanya bermula kurang lebih setahun yang lalu.
Setelah aku memasuki usia 20 tahun, aku mengalami fase yang cukup berat.
Tak ada yang menyadari.
Hanya aku.
Aku mengidap insomnia.
Nafsu makan ku turun.
Aku kehilangan berat badan.
Keceriaan.
Kepalaku sering sakit.
Aku kecewa pada diriku.
Orang-orang disekitarku.
Apakah aku bisa melewati hari ini?
Apakah keadaan akan membaik?
Saat malam hari adalah saat dimana semua ketakutan dan kesedihan itu menyerang.
Aku sering menangis dalam diam.
Mengompres mataku yang sembab agar tak ada yang tahu jika aku habis menangis semalaman.
Bahkan saat aku tertawa aku merasa hal itu palsu dan menyebalkan.
Perasaanku kelewat sensitif dan rapuh.
Aku bisa bahagia lalu beberapa menit kemudian terdiam.
Aku merasa kebahagiaan ini hanya semilir angin.
Aku tak tahu apakah aku akan bisa bahagia beberapa waktu kedepan.
Mungkin ini berawal dari perhatian dan ke khawatiran ku yang kelewatan.
Aku sudah mengetahui jika makhluk yang bernama laki-laki tidak suka di kekang. Jadi cukup beri tau atau mengingatkan hal-hal yang menurut mu tidak benar di kehidupan mereka dan biarkan mereka memilih mengikutinya atau tidak.
Itulah yang aku lakukan.
Aku memberi tahu jika kita harus tahu waktu jika berada di luar rumah.
Jika memang hal itu penting dan tak bisa terelakan; seperti contohnya bekerja; karena bekerja pulang malam itu bukan keinginan kita sama sekali kan, itu kewajiban yang harus dilaksanakan.
Yang jadi masalah untuku, adalah saat kita hanya main; kau bilang tujuan mu jelas; ya memang jelas; awalnya; kamu punya keperluan ke kampus untuk registrasi ulang. Nah itu hanya butuh waktu paling lama satu jam. Dan setelah itu kamu pergi kerumah temanmu.
Aku tak pernah mempermasalahkan sebelumnya. Kau mau pergi kemana, seperti saat kamu ingin main futsal, karena futsal itu kamu kerjakan malam minggu, esoknya hari libur, kamu bisa bebas tidur sepanjang hari.
Lain hal nya dengan kejadian kemarin. Persolan dengan kampus sudah selesai. Dan aku juga tidak menyuruh-nyuruh kamu pulang dari rumah kawanmu sebelum jam sudah mendekati tengah malam.
Aku membiarkan mu menghabiskan waktu cukup lama disana.
Sampai akhirnya jam menunjukan pukul sebelas lewat. aku bertanya, kapan kamu mau pulang. kamu jawab sebentar lagi.
Sebentar lagi.
Sudah hampir jam setengah 12.
Kamu belum pulang juga.
Aku memikirkan kamu besok masuk pagi. Dan bukan kah hal yang baik kan jika mengendara tengah malam. Bukan nya aku berpikiran negatif tapi kalau kita bisa cegah dan hindari hal-hal buruk mengapa tidak?
Merasa kamu tak mengindahkan peringatanku. Aku pun memutuskan untuk berhenti saja mengechat mu.
Selama kamu bekerja aku selalu menunggu kamu pulang. Jam berapapun. Aku tunggu. Aku ingin memastikan kamu sampai di rumah.
Lain hal nya dengan kemarin. Kamu cuma main. Dan aku pikir sudah lama juga kamu menghabiskan waktu disana.
Dan disitu aku pikir kamu tak memikirkan hal semacam itu.
Kamu tidak tahu waktu.
Kamu tidak menyayangi diri kamu sendiri.
Terdengar berlebihan. Untukmu.
Aku tahu.
Dan tidak apa-apa. Kita simpan saja pendapat kita masing-masing.
Sekarang kita bahas pendapatmu;
Kamu bilang jika aku di rumah aku tidak melihat jam.
Oke.
90% dari semua chat kita yang sampai malam. Aku yang pertama menyudahi nya. Aku melihat jam. Jika kamu masih tak menerima ini, aku punya yang lain.
90% chat kita yang sampai jam 1 pagi atau lewat set 2 saat kamu shift 2. Yang berarti tidak terlalu bermasalah karena aku pikir kamu bisa bebas bangun tidur jam berapapun paginya. Waktu istirahat kamu tetap terpenuhi. Disini aku melihat jam juga.
90% chat malam kita jika kamu shift dua. Aku selalu mengingatkan "besok kamu masuk pagi. tidurnya jangan malem-malem"
Lagi-lagi aku melihat jam.
Dan jika kamu masih menangkal itu semua, aku tak apa. Masih ada hal lain yang bisa aku jadika tolak ukur fikiran kamu.
Dirumah dan Diluar rumah; Apakah punya resiko yang sama?
Kejadian buruk apa yang mungkin bisa terjadi di dalam rumah?
Dan kejadian buruk apa yang mungkin bisa terjadi di luar rumah?
Tolong renungkan..
Terakhir kamu bilang, tak sering melakukan hal itu. Main tak tahu waktu.
Kembali lagi pada pemikiran ku;
Aku tak akan menyuruhmu pulang jika waktu sudah menunjukan waktu hampir tengah malam, dan besok kamu kerja pagi ditambah kamu juga sudah menghabiskan cukup banyak waktu disana.
Ingat saat kamu bilang teman mu yang dari DP 9 ingin bertemu?
Aku mengijinkan nya bukan?
Itu karena aku mencoba mengerti, kalian sudah lama tak bertemu. Dan tak masalah jika memang ia ingin bertemu. Dan memang keadaan nya kamu sedang shift 2 jadi mau tak mau kalian hanya bertemu selepas tengah malam.
Aku tahu jika kaum lelaki meng agungkan pertemanan.
Dan aku mencoba mengerti.
Mencoba menghargainya.
.
Intinya ini semua untuk kebaikan kamu juga.
Dan aku hanya ingin kamu baik-baik saja.
Aku ingin kamu bisa lebih bijaksana dalam waktu.
Maaf jika kamu tidak menyukai cara ku melakukan hal ini padamu.
Hakikatnya; hidup kamu tetap hidup kamu.
Seberapapun aku peduli.
Seberapapun aku ingin kamu lebih baik.
Keputusan ada di tangan kamu.
Tapi tolong hargai pendapatku juga.
Seperti yang aku bilang. Kita bisa menyimpan pendapat kita masing-masing.
Jika kamu bisa tetap main tak tahu waktu dan aku bisa tak harus menunggumu pulang.
Aku baca perempuan akan lebih cerewet mengurusi hidup kamu jika mereka sudah benar-benar sayang dan peduli terhadap pasangan nya. Perempuan hanya ingin hidup lelakinya lebih baik. Itu saja.
Bukankah menjalani sebuah hubungan harus siap jika zona nyaman mereka terusik?
Biasanya kamu bebas melakukan apa yang kamu mau, jika sudah berpasangan, kamu harus memikirkan apa mau pasangan kamu karena mau tak mau mereka sudah ikut andil dalam kehidupan kamu.
Pertama ada Dua Alur cara pengambilan nya:
1. Online
2. Manual
Via Online
Disini saya langsung sarankan lebih baik memilih via Online. Langsung aja daftar di web nya. Syarat nya mudah ko. Dan yang paling asik nanti didahulukan antrian nya!
Via manual
Syaratnya harus bawa berkas-berkas berikut yang asli dan fotocopynya. Dan sebaiknya periksa dulu. Jika ada yang beda; entah itu nama, tgl lahir, lebih baik perbaiki dulu. Yang harus dibawa :
1. Kartu BPJS Ketenagakerjaan
2. KTP
3. KK
4. Packlaring
5. Surat Keterangan Keluar dari perusahaan yang sudah di legalisir oleh Disnaker
6. Buku Tabungan yang masih aktif
Dan menurut pengalaman saya yang via manual; hmm; meningan dihindari deh. Harus dateng subuh-subuh. Ngantri dari gerbang belum dibuka. Belum lagi resiko di curangi antrian nya karena hanya mengandalkan nomer antrian yang gajelas sama sekali. Nanti setelah lolos babak penyisihan di depan pintu masuk, disitu berkas asli kita bakal diperiksa. Dan dapetlah antrian sementara. Iya sementara, karena nanti harus ditukar lagi, dan lagi. Seriusan tiga kali tuker!!! Jika umur kalian belum usia 56 tahun akan di diakhirkan giliran nya. Jika kalian bukan ibu hamil atau membawa anak akan diakhirkan juga. Dan yang terakhir jika kalian tidak ikut mendaftar BPJS TK Mandiri akan diakhirkan juga. Kapan dapetnya? Nah itu dia. Harus extra sabar. Harus.
Jadi gini saya dateng jam 5 lewat. Antri di depan gerbang BPJS nya. Dapet nomer antrian pertama dan itu nomer 53 (ada yang dari malem udah kesitu cuma buat dapet antrian depan). Itu cuma nulis dikertas punya abang-abang panitia yang diluar. Setelah nunggu sampai gerbang dibuka. Kita diabsen masuk. Ngantri lagi. Nunggu lagi. Sampe jam setengah 8 lah. Baru tuh ada petugas BPJS nya. Kita antri lagi deh. Nanti di cek berkas asli kita. Jika memenuhi yang lanjut ke tahap selanjutnya. Jika ga, ya pulang. Nyesek? Ada yang lebih nyesek lagi. Tunggu aja.
Saya pun lolos. Dengan bersuka cita. Diberi tiket antrian kedua. DB 40
Apakah itu DB 40?? itu adalah antrian sementara yang nantinya harus ditukar dengan antrian B.
Nah disinilah yang muda dan single harus bersabar. Nomer antrian kita bakal terus mundur karena beberapa hal yang sudah saya sebut diatas.
Jika umur kalian belum usia 56 tahun akan di diakhirkan giliran nya. Jika kalian bukan ibu hamil atau membawa anak akan diakhirkan juga. Dan yang terakhir jika kalian tidak ikut mendaftar BPJS TK Mandiri akan diakhirkan juga.
Dan saya pun dapet antrian yang ketiga. Setelah mengalami kejadian diatas nomer antrian saya menjadi B 83. Mundur banyak kan? Sabar...
Sesungguhnya saya abis dari sini pengena nangis haha.
Lanjut. Setelah nunggu seharian (lebay) akhirnya sekitar jam Set 3 sore nomer antrian saya dipanggil.
Jadi gini.
Ada beberapa golongan antrian.
Antrian A itu untuk yang daftar Online. Ini antrian yang paling di prioritaskan.
Antrian B itu untuk yang daftar Manual. Ya tentu saja jika dengan semua usaha yang saya lewati tadi. kita akhirnya baru mendapatkan antrian ini.
Antrian C itu saya kurang paham. Maaf.
Antrian E itu untuk informasi yang baru dibuka jam 10.
Lanjut ke pengalaman saya. Saya dipanggil dan setelah berbicara dengan salah satu costumer service nya ternyata saya dinyatakan belum lolos. Dikarenakan packlaring saya kurang lengkap. Jadi saya punya packlaring 2 tapi saya hanya bawa yang terakhir saja. Saya pun disuruh datang lagi besok.
Disinilah saya merasa sedih.
Besok seperti ini lagi?!
Pengen nangis aja.
Jadi ya begitu. Saya besoknya mau tidak mau seperti itu lagi. Hehe. Hidup itu perjuangan kan! Semangat!
Begitulah cerita saya. Tujuan nya saya berbagi di tulisan ini agar kalian pembaca bisa lebih beruntung dari saya. Jangan sampai mengalami seperti saya. Seharian nunggunya. Oke! Semoga membantu. Terima Kasih sudah membaca!
Dan teriakan terakhir saya; Meningan Online!