Selasa, 03 Januari 2017

Drunk All Summer




Di suatu sore yang tengah turun hujan, dia memberiku kabar yang paling menggembirakan.

Sejak saat itulah musim panas datang.

Mentari cerah yang bersinar seiring menghangatnya perasaan di hatiku.

Semuanya terasa begitu menyenangkan.

Aku seperti tak menginjak bumi.

Aku seperti menggapai bintang-bintang.

Tapi kemudian setiap musim tentu harus berganti.
Aku terlalu bodoh untuk memirkan hal itu.

Sinarnya meredup

Aku berusaha tetap menggenggam nya

Tak peduli jika harus terbakar

Tak peduli saat mereka bilang sinar itu membutakanku

Setiap  harinya seperti menghitung mundur

Layaknya bom waktu akhirnya semuanya akan musnah juga

Sinar itu akhirnya padam

Tangis pun tak mengurangi luka ku

Tangis pun tak mengurangi kegelapan yang terus mencoba menelanku

Aku dan Dia kami sama-sama tidak meninggalakan

Kami hanya tak lagi satu

Kami menjadi bagian yang hanya bisa mencoba menyalakan api kecil di hati yang paling dalam

Setiap tatapan mata akan terasa menyakitkan dan menyenangkan di saat yang bersamaan

Dua rasa itu sama besarnya

Dua rasa itu sama menyebalkan nya.
Posted on by Nabila Naomi | No comments

0 komentar:

Posting Komentar