Kamis, 12 Januari 2017

#KillerJK me version. (is a mess)

"Aku tidak mengiginkan apapun."

Jungkook mengucapkan kata itu tanpa pikir panjang.

Untuk sesaat Taehyung hanya diam. Meneliti sosok pemuda yang lebih muda darinya itu selama beberapa detik.

"Kau serius?"

"Ya."

Wajah Jungkook terlihat datar tak berekspresi.

"Katakan saja apa tugasku selanjutnya Hyung,"

Taehyung terkekeh. Ia memang sudah menciptakan mesin pembunuh yang paling hebat. Ia tak pernah mau mengeringkan sarung tangan nya. Jungkook selalu haus darah. Dan hanya itu yang ia inginkan.

"Baiklah." jawab Taehyung setelah menimang-nimang apa yang akan di lakukan dengan si kelinci pembunuh ini.

"Tugasmu hari ini adalah untuk menemaniku bersenang-senang!"

Jungkook terpaku mendengar perkataan seseorang yang sudah ia anggap Tuan nya itu. Matanya membulat sempurna dan ia tak bisa menyembunyikan rasa tak percaya nya dengan tetap mengatupkan rahangnya.

Taehyung malah dibuat tertawa menyaksikan reaksi Jungkook saat ini.

"Ayo! Aku sedang ingin makan es krim hari ini." Ajak Taehyung sembari melenggang meninggalkan rumah besarnya.

Jungkook menyetir dalam diam. Otaknya berusaha keras memproses situasi apa yang tengah ia alami sekarang. Hal yang Jungkook tahu hanya satu, yaitu menghabisi nyawa siapapun yang Taehyung berikan padanya. Dan rasanya hanya hal itu yang ia bisa lakukan.

"Apa kau baik-baik saja?"

"Ya."

"Lalu kenapa wajahmu terlihat bingung sekali?"

Mereka sudah sampai di tempat yang Taehyung tuju. Sungguh Jungkook sangat tak menyukai tempat ini. Terlalu ramai. Dan atmosfir kebahagiaan yang memenuhi udara serasa mencekik nya.

"Itu dia!" pekik Taehyung girang. "Tukang Es Krim!"

Detik itu Jungkook kehilangan akal sehatnya jika Taehyung sejatinya adalah seorang mafia kelas kakap.

"Kookie! Kemari!"

Mendengar namanya dipanggil pemuda itu segera menghampiri dengan patuh.

Ada seorang anak kecil yang berlari dan tanpa sengaja menubruk Taehyung. Dan Jungkook hampir saja mencekiknya sampai mati jika Tuan nya tak segera menyuruhnya berhenti.

"Kookie dia hanya anak kecil, lepaskan dia," kata Taehyung menasehati. Rahang Jungkook mengeras ia menggeram sebelum akhirnya melepaskan anak kecil yang sudah ketakutan setengah mati itu.

"Hari ini tugas mu menemaniku senang-senang. Hanya itu. Tak ada menghilangkan nyawa orang lain. Mengerti?"

"Ya, Hyung."

"Good Boy,"

Taehyung mengacak puncak kepala Jungkook sambil terkekeh pelan. Lalu menyodorkan nya es krim strowberry.

Posted on by Nabila Naomi | 1 comment

Minggu, 08 Januari 2017

Ketika Berbicara layaknya Burung Kakak Tua

Kicauan burung Kaka Tua hanya untuk didengar tanpa ditanggapi.
Di suruh tetap berkicau agar tak dikira mati.
Saat mendengarnya pun tak pake hati.
Tapi tetap butuh makhluk itu tetap bernyayi.
Agar ia tak merasa sendiri.
Padahal sudah jelas betul semua itu hanya berlalu ke kuping kanan dan kiri.
Kadang si burung berharap jika orang itu sungguhan tuli.
Posted on by Nabila Naomi | No comments

Hard Carry

Pertama, ini bukan lah tentang lagu GOT7. Saya ARMY dan kesayangan saya hanya Bangtan.
Tapi, entah kenapa judul itu langsung terlintas di benak saya.
Hard Carry.
Berat rasanya saat saya tahu jika saya belum bisa bekerja lagi setelah satu bulan dirumahkan.
Sedih dan juga kecewa karena sudah terlanjur percaya dan berharap dengan pemanis buatan yang di hadiahkan saat saya dibuang.
Sakit perut, itulah reaksi pertama tubuh saya.
Terbayang sudah beribu kata bagaimana yang menuntut penjelasan berputar-putar di kepala saya.
Bagaimana cicilan bulanan.
Bagaimana keberlangsungan rumah tangga.
Bagaimana perut ini tetap terpenuhi.
Dan yang paling penting; bagaimana menjaga api semangat hidup ini tetap menyala.
Decakan.
Helaan.
Berkali-kali lolos dari kesadaran.
Aku bingung.
Aku lelah.
Aku tertawa pada nasib.
Posted on by Nabila Naomi | No comments

Jumat, 06 Januari 2017

Cinta Manusia

Cinta manusia itu bagaikan api.
Bisa menghangatkan.
Maupun menghanguskan.
Semua tergantung takaran.
Cinta manusia berawal dari kesan.
Berlanjut ke perasaan.
Cinta manusia itu...Dinamis.
Tak bisa dijelaskan dengan sistematis.
Mengurai tangis.
Membuat logika terkikis.
Sampai hatimu meringis.
-zab

Kenal dengan si Cinta?

Kau tidak mengenal ini.
Jemari nya menunjukan kata love di layar ponsel ku.
Dan saat itu aku hanya bisa mengumpat "What the Hell?!"
Di dalam hati. Tentunya.
Aku. Mengenal. Si Pedang bermata dua itu.
Aku. Mengenal. Si api emosi itu.
Aku. Mengenal. Si Rasa Nano-Nano itu.
"Lalu apa itu cinta kalau kau mengenalnya?"
Eh?
Dia tak sadar juga.
Cinta itu Kamu.
Kadang aku berfikir kenapa makhluk yang berjenis laki-laki itu kelewat bodoh.
Posted on by Nabila Naomi | No comments

Selasa, 03 Januari 2017

Love is a crazy [shit]



This feeling was so crazy.
It feels like you burnt into the dust or frozen to your bones.
Love could be so hot or so cold.
Love can make you feel alive and dead.
Love can bring a brightest sun and also a perfect storm.
Love can heal also can kill.

Posted on by Nabila Naomi | No comments

Drunk All Summer




Di suatu sore yang tengah turun hujan, dia memberiku kabar yang paling menggembirakan.

Sejak saat itulah musim panas datang.

Mentari cerah yang bersinar seiring menghangatnya perasaan di hatiku.

Semuanya terasa begitu menyenangkan.

Aku seperti tak menginjak bumi.

Aku seperti menggapai bintang-bintang.

Tapi kemudian setiap musim tentu harus berganti.
Aku terlalu bodoh untuk memirkan hal itu.

Sinarnya meredup

Aku berusaha tetap menggenggam nya

Tak peduli jika harus terbakar

Tak peduli saat mereka bilang sinar itu membutakanku

Setiap  harinya seperti menghitung mundur

Layaknya bom waktu akhirnya semuanya akan musnah juga

Sinar itu akhirnya padam

Tangis pun tak mengurangi luka ku

Tangis pun tak mengurangi kegelapan yang terus mencoba menelanku

Aku dan Dia kami sama-sama tidak meninggalakan

Kami hanya tak lagi satu

Kami menjadi bagian yang hanya bisa mencoba menyalakan api kecil di hati yang paling dalam

Setiap tatapan mata akan terasa menyakitkan dan menyenangkan di saat yang bersamaan

Dua rasa itu sama besarnya

Dua rasa itu sama menyebalkan nya.
Posted on by Nabila Naomi | No comments