Jump ThenFall
Justin Drew Bieber & Ariana Grande Butera
Author : Nabila Naomi (@nabilanaomi) or my u-nameGrizzly/Biebzing.
Enjoy the story! Sorry for everything and please giveme some giveback :) Loves ya!
Bagian Satu:
Every time you smile, I smile
And every time you shine, I shine
And every time you're here
Baby I'll show you, I'll show you
You can Jump then fall, jump then fall into me
Sorak-soraimurid Georgie High School membahana di lapangan besar itu. Tim futbal merekabaru saja memenangkan pertandingan antar sekolah. Joe, si Knight mengangkatkedua tangan nya sambil berbalik ke hadapan penonton. Cowok tampan itu membukahelm futbal nya lalu berteriak penuh kemenangan. Kelakuan Joe tadi sontakmembuat para kegaduhan semakin menjadi, seorang Joe Jonas memang pujaan disekolah.
”Loveyou Joe!!!” pekik Bethany, gadis pirang yang duduk di samping Ariana. Bethdemikian ia akrab dipanggil, memang fans berat Joe, ia bahkan sampai memakaikaus bertuliskan nama Jonas di belakang punggung nya yang ia pakai hari ini.Ariana hanya tersenyum melihat kelakuan sahabatnya yang terkesan berlebihan. Sebenarnyaia sedikit bosan berada disini, walaupun ia ikut gembira saat tim sekolah nyamenang. Ariana menoleh ke sekitar, bola mata cokelat nya berpendar mencariseseorang.
Ah! batin Ariana. Rupanya disitu Justinduduk. Ia menemukan cowok berambut ke-emasan itu duduk di barisan paling atas,jauh dibelakang tempat duduknya. Justin duduk sendirian di tengah barisan yangkosong. Memang sudah kebiasaan jika sebagian anak lebih menyukai tempatyangpaling dekat dengan lapangan, sehingga baris paling atas seringa tak ada yangmengisi jika memang keadaan tak benar-benar memaksa.
Wajahnyayang kelewat datar saat menyaksikan gegap gempita kemenangan sekolah membuatAriana kembali tersenyum sendiri. Justin memang sedikit berbeda. Sikapnya takbegitu menyenangkan dan ia juga tak suka berbaur dengan yang lain. Tatapandingin nya selalu terkesan tak peduli dan tak takut dengan apapun. Tak ada yangtahu jika Ariana menyukainya sejak tahun pertama nya disekolah ini. Justinmemang tergolong anak yang cerdas, tapi kelakuan nya yang sering membuatmasalah membuat kebanyakan orang tak menyukainya. Luka memar di wajah Justin akibatpertengkaran nya dengan Drake minggu lalu masih membekas. Anak-anak yang merasadirinya populer di sekolah memanng kerap mengganggu atau menindas anak lainyang dianggap lebih rendah darinya. Sebelum nya memang tak pernah ada yangberani melawan Drake, anak itu terbiasa mendapatkan semua yang ia inginkan didunia, tapi beda dengan Justin, mereka berdua bergulat seru di kantin saatDrake menggangunya.
Dengangerakan yang tiba-tiba Justin menoleh ke arah Ariana yang diam-diam sedangmemperhatikan nya. Sepertinya ia sadar jika sedang dipandangi seseorang. Arianasegera memalingkan wajahnya dan membenarkan posisi duduknya seperti semula,memunggungi Justin. Jantung Ariana berdebar lebih cepat saat merasakan tatapantajam Justin yang sekarang tengah memandangi punggunya.
-----------------------------------------------
Ke-esokanharinya, Ariana melihat Justin memasuki kelas sejarah dengan terburu-buru.Cowok itu hampir saja terlambat. Saat melewati kursi Ariana, Justin tak sengajamenjatuhkan buku yang tengah di pangkunya. Ariana segera merendahkan tubuhnyauntuk mengambil buku milik Justin yang kebetulan terjatuh di dekat kakinya.
Arianatersenyum ramah saat menyodorkan buku tersebut pada Justin. Tetapi cowok itutak membalas senyuman nya, ia hanya bergumam thanks lalu segera berlalu untukmencari tempat duduk.
Arianahanya mendesah pelan. Justin memang sering kali membuatnya kecewa dengan segalasikap yang ditunjukan nya. Terkadang Ariana menganggap dirinya sudah gilakarena menyukai seseorang yang sama sekali tak pernah menganggapnya, tapikemudian ia kembali tersenyum karena memang tak sanggup memungkiri perasaan nyapada Justin. Yeah, ia menyukaiseorang Justin Drew Bieber. Si Alien sekolah yang tak punya perasaan, beo Bethanyyang kerap meledeknya.
“Kaumau mengantarku ke Pesta Joe malam ini?” tanya Beth saat bertemu Ariana didepan pintu lokernya. Mata biru sahabatnya terlihat berbinar. Beth memangsangat antusias dengan apapun yang menyangkut pesta dan Joe. Apalagi biasanya JoeJonas hanya mengundang anak-anak populer disekolah saja. Jadi ini sepertikesempatan emas untuk Bethany mencoba mendekati pujaan nya itu.
“Sorrydear, aku harus belajar untuk test akhir minggu ini,” jawab Ariana hati-hati.Ia tersenyum lebar sebagai permintaan maaf yang mendalam.
“Ah ya! Kaupasti ingin sekali menang gara-gara si Bieber Alien itu? Jangan bilang kalaukau akan mengambil universitas yang sama dengan nya Ari,” cibir Bethany yangsepertinya sudah mengendus niatan Ariana mengikuti test beasiswa ke UniversitasHenley.
Arianatertawa seraya merangkul sahabatnya. Bethany memang hebat jika masalahtebak-menebak.
“Yeah,aku juga mau ke Henley, kampusnya hebat dan terkenal Beth!” sangkal Ariana ditengah tawanya. Bethany hanya memutar bola matanya jengah. Ia tak habis pikirkenapa Ariana begitu menyukai anak aneh itu. Apasih yang dilihat Ariana darinya, Justin memang tampan, tapi sikap nyayang tak menyenangkan menbuat semua orang malas berteman dengan nya.
Soreitu awan-awan tipis mengambang rendah di langit. Ariana berjalan sambil memanggultas ransel nya. Ia memilih berjalan kaki saat pulang sekolah, alasan nyalagi-lagi karena Justin. Mereka berdua menempuh jalan yang sama dan Arianasenang sekali berjalan di belakang Justin. Walaupun mereka tak pernahmengobrol tapi Ariana tak pernah merasabosan. Pernah suatu kali Ariana mengajak Justin berbicara, tapi dari sikap nya,Justin seperti merasa terganggu. Jadi Ariana memutuskan untuk diam saja mulaisaat itu, ia hanya ingin membuat Justin merasa nyaman saat pulang bersamanya.
“Justin!”panggil adik kecilnya, Jazmyn saat kakak lelakinya terlihat melewati jalanan.Mereka memang harus melewati sebuah taman bermain sebelum memasuki komplekperumahan.
“Oh,hallo Jazzy!” jawab Justin memasang senyum ceria lalu membuka kedua tangan nyalebar-lebar. Gadis kecil itu segera turun dari ayunan yang sedang di naikinya lalulari menghambur pada kakak lelakinya. Mereka bergumul berdua, saling tertawasatu sama lain. Kejadian tadi tak sengaja disaksikan Ariana yang masih berjalandibelakang Justin. Ariana agak kaget melihat sikap Justin yang begitu berbeda.Cowok itu tersenyum. Wajahnya mendadak ceria. Ariana tak pernah melihat Justintersenyum apalagi tertawa sebelum nya saat di sekolah.
Justinmenggendong adiknya sambil menggodanya sesekali, membuat gadis kecil itutertawa cekikikan. Hati Ariana serasa menghangat. Entah kenapa tawa Justinmembuat nya begitu senang. I realize yourlaugh is the best sound, i have ever heard.
Ingin rasanya Ariana ikut bergabung bersama merekaberdua. Ikut berpelukan bersama Justin dan Jazmyn. Tetapi kemudian Arianamenggeleng sendiri. Ia berusaha membuang jauh-jauh khayalan tingkat tingginya.Yang ada mungkin Justin bakalan memberinya tatapan membunuh jika ia beranimengganggu kegiatan nya dengan adik keclinya itu.
Ariana pun memutuskan untuk kembalimeneruskan berjalan pulang. Apa yang ia lihat tadi sudah cukup untuk membuatnyatersenyum sampai akhir minggu. Gadis itu berharap jika suatu saat ia sanggupmembuat Justin tertawa seperti tadi.
Hari-hari terus berlalu dengancepat. Justin terlihat sangat serius belajar untuk test beasiswa tersebut.Cowok itu menghabiskan banyak waktu di perpustakaan dan meminjam setumpukanbuku setiap harinya. Ariana yang seperi biasa memata-matainya semakin kagum.Menurutnya cowok keren bukan hanya dari penampilan, tetapi juga dari kepintarandan sikap nya dalam menjalani kehidupan. Mungkin tak banyak yang tahu jikaJustin bekerja di cafe jazz setiap akhir minggu. Ariana pernah tak sengajamelihatnya memasuki tempat itu, dan setelah ia cari tahu ternyata Justinbekerja sebagai pemain drum disana. Justin benar-benar hebat, simpul Ariana.Sikap nya yang seperti itu mungkin karena ia belum menemukan seseorang yangmengertinya apa adanya. Ariana yakin Justin tak seburuk seperti yang disangka semuaorang. Ia anak baik. Hanya sedikit tertutup dan lepas kendali jika marah.
“Aku yakin kau bisa Ari! Yeah, walaupun aku tak rela jika kausatu kampus dengan si Bieber kelak, tapi ya sudahlah, yang penting kaubahagia..” Bethany memberi semangat sebelum Ariana memasuki kelas untuk test.Gadis yang senang sekali dikuncir setengah itu mengangguk-angguk sambilterkekeh saat mendengar perkataan Beth yang dianggapnya lucu. Ariana memangsangat besemangat hari ini. Apalagi setelah mengetahui jika tempat duduk nyaberada di sebelah Justin.
“Ehm, Beth, sebenaranya aku agakcanggung karena duduk di sebelah Justin,” bisik Ariana ke telinga sahabatnya.Mereka berdua pun melongok ke dalam kelas. Justin sudah duduk manis di kursinyasambil masih sibuk bergelut dengan buku-buku yang ia bawa.
Bethany memayunkan bibirnya “He’s totally freaks! But,dengan rambutnya yang acak-acak dan wajah lusuh seperti itu.. si Bieberterlihat.. yeah.. seksi,” Ariana memicingkan matanya pada Beth dengan sandijangan-ganggu-Justin lalu menginjak kaki sahabatnya sampai ia meringiskesakitan. Bethany memang agak aneh, ia bisa jatuh cinta pada cowok yangberbeda setiap minggu. Lihat saja, kali ini ia mengaku tengah tergila-giladengan Nick Jonas, saudara Joe.
Bel berdering nyaring. Ariana segera memasuki kelas.Ia sempat tersenyum sekilas pada Justin yang tak sengaja memandangnya. Tak lamasetelah itu, Mr. Han datang dan membuat delapan belas orang diruangan itu sibukberkutat dengan soalnya masing-masing.
Ariana berjuang keras memecahkan beberapa soalhitung-hitungan yang memaksanya terus memutar otak. Gadis itu benar-benarberusaha sendiri. Selang waktu setengah jam, Justin bangun dari kursinya.Ariana yang menyadari pergerakan cowok itu hanya bisa menatap nya penuhkekaguman sambil tersenyum sendiri. Justinsungguh hebat!
Tetapi ternyata Justin kedepan bukanuntuk mengumpulkan hasil pekerjaan nya. Ia seperti membicarakan sesuatu padaMr. Han, pengawas asal negeri cina tersebut.
“Lucida, mencontek hasil pekerjaansaya sir, ia mencuri nya dari balik bahu saya.” cerita Justin “Bolehkah saya diijinkan pindah tempat duduk sir?” tambahnya sopan. Pria berkulit pucat itumanggut-maggut, mempertimbangakn permintaan Justin.
Gadis tinggi-berambut jagung ituberdiri saat Justin kembali ke kursinya untuk mengambil peralatan tulisnya.
“Apa masalahmu Bieber?” tanya nya dengan sengit.Sepertinya Lucida tahu jika Justin melaporkan kecurangan nya.
“Aku tahu kaumencuri jawabanku, jadi aku memutuskan untuk pindah tempat duduk,” jawab Justinenteng.
Gadis itu malu sekaligus berang. Lucida menerjang kearah Justin, entah apa maksudnya. Anak-anak yang lain seperti ikut terpovokasiikut bangkit dari kursinya. Mereka semua bagai zombie yang bersiap memakanJustin hidup-hidup.
Apa-apaanini? tanya Ariana kebingungan ketika suasana tiba-tiba memanas. Ia jugasegera bangkit dari kursinya, berniat membantu Justin atau menenagkan suasana.
“Sir, sepertinya kau harus periksabawah meja Bieber!” seru Kevin tiba-tiba sambil tersenyum misterius. Priabermata agak sipit itu kemudian menghampiri Kevin dan memeriksa tempat dudukJustin. Ia mendapati beberapa kertas dibawah meja Justin. Kertas berisicontekan.
“Apa maksudnya semua ini Bieber?” tanya Mr. Han marah.Wajahnya yang seputih salju seketika memerah. Justin ikut memeriksa bawahmejanya. Ia tak kalah kaget dengan si pengawas saat menemukan kertas-kertasitu.
“Itu bukan miliku sir!” bantahJustin cepat. Ariana ikut mengangguk sebagai pembelaan terhadap pernyataanJustin. Ia tahu Justin bukan anak seperti itu.
“Oh coba lihat! Tulisan jelek inimemang buatan mu kan, Biebs?” tukasElisa dengan wajah yang menyebalkan. Ia memberi penekanan di kata terakhirhingga terkesan melecehkan. Jika dilihat-lihat memang tulisan di kertas itusangat mirip dengan tulisan asli Justin.
Tunggu. Itu memang tulisan Justin.
Sabtu, 12 Oktober 2013
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar